latest articles

Cedera Saat Bela Timnas, Dybala Absen Lawan Genoa?

Paulo Dybala Terjatuh dan Mengalami Cidera

Berita Bola - Juventus diyakini akan melanjutkan tren positif kala melawan Genoa dalam laga lanjutan Serie A hari Sabtu (20/10/2018) nanti. Tetapi, Bianconeri dipastikan dalam keadaan pincang karena tak bisa mainkan salah satu bintangnya, Paulo Dybala.

Sejak kedatangannya di tahun 2015 lalu, Dybala nyaris tak pernah lepas dari skuat inti Massimiliano Allegri. Performa gemilang membuatnya diberikan tanggung jawab sebagai pengguna nomor punggung 10 selanjutnya.

Keahliannya dalam mengolah si kulit bundar tak luput dari perhatian negaranya, Argentina. Dengan ketidakhadiran Lionel Messi di timnas, Dybala pun mendapatkan ruang lebih untuk menunjukkan kualitasnya di pentas internasional.

Dybala Cedera

Pemain yang dijuluki sebagai 'La Joya' tersebut mendapatkan tugas untuk membela Argentina dalam laga internasional. Ia pun turut tampil kala Albiceleste menghadapi rival abadinya, Brasil, di laga uji coba hari Rabu (17/10/2018).

Sayangnya, ia tak mampu menyelesaikan pertandingan karena mengalami masalah pada kakinya. Hal itu membuat penyerang berumur 24 tahun tersebut harus ditarik keluar lapangan pada menit ke-57.

Menurut laporan dari Fox Sports, cedera yang dialami Dybala tidak terlihat berbahaya. Walaupun demikian, ia akan segera menjalani pemeriksaan lebih lanjut saat kembali bergabung dengan Juventus nanti.

Bakal Disimpan

Banyak yang meyakini cedera Dybala tidak begitu parah. Namun beberapa laporan menyebutkan bahwa eks penggawa Palermo akan absen dalam laga lanjutan Serie A kontra Genoa akhir pekan ini.

Juventus diyakini akan memberinya waktu menepi agar kondisinya kembali pulih sepenuhnya. Selain itu, keputusan mencadangkannya dianggap sebagai tindakan preventif untuk menghindarkan Dybala dari cedera yang lebih parah.

Selain itu, tentunya, Dybala akan disimpan agar bisa tampil 100 persen kala menghadapi Manchester United di Liga Champions nanti. Pertandingan itu akan berlangsung empat hari berselang di markas The Red Devils, Old Trafford.



Untuk mendaftar di Superbet888, Bisa langsung mengisi form dibawah ini :

Read more

Tak Bisa Jaga Mulutnya, Mourinho Didakwa Bersalah Oleh FA

Jose Mourinho

Berita Bola - Manajer Manchester United Jose Mourinho didakwa bersalah akibat sembarangan mengucapkan komentar di pinggir lapangan.

Insiden itu terjadi setelah MU bermain melawan Newcastle pada 6 Oktober lalu. Saat itu Setan Merah berhasil menang dramatis 3-2.

Setelah pertandingan yang digelar di Old Trafford itu berakhir, Mourinho kedapatan mengucapkan sesuatu ke kamera televisi. Aksinya itu kemudian diselidiki oleh pihak FA.

Pada hari Selasa (16/10) ini akhirnya pihak FA memutuskan bahwa Mourinho tak bisa menjaga mulutnya. Mereka menyebut manajer asal Portugal tersebut mengucapkan kalimat hinaan dan/atau kasar dan/atau tak pantas.

Mourinho sendiri diberi waktu hingga hari Jumat (19/10) mendatang untuk merespon dakwaan itu. Jika nanti ia dinyatakan bersalah maka ia bisa jadi akan dijatuhi sanksi larangan mendampingi timnya.

Pernyataan FA

“Jose Mourinho telah didakwa setelah pertandingan Manchester United melawan Newcastle United pada 6 Oktober 2018."

“Diduga bahwa bahasanya di akhir pertandingan, seperti yang ditangkap oleh rekaman siaran, adalah kasar dan / atau menghina dan / atau tidak pantas. Ia memiliki waktu sampai pukul 6 sore pada 19 Oktober 2018 untuk menanggapi tuntutan itu.”



Untuk mendaftar di Superbet888, Bisa langsung mengisi form dibawah ini :

Read more

Lini Depan Mandul, Schuster Sarankan Madrid Tak Belanja Di Bulan Januari

Mariano Diaz menyesali kekalahan Real Madrid dari Sevilla

Berita Bola - Real Madrid mencatatkan rekor terburuk untuk urusan mencetak gol dalam 33 tahun terakhir. Tetapi menurut sang mantan pelatih, Bernd Schuster, itu bukanlah alasan yang tepat menambah sumber daya di lini depan.

Real Madrid terakhir kali mencetak gol kala menghadapi Espanyol pada penghujung bulan September lalu. Yang lebih parahnya, Gareth Bale dkk bahkan melewati empat pertandingan tanpa gol serta kemenangan.

Hasil tersebut seolah menjadi penanda bahwa mereka benar-benar kehilangan sosok Cristiano Ronaldo di lini depan. Seperti yang diketahui, bintang asal Portugal itu memutuskan untuk bergabung dengan Juventus bulan Juli lalu.

Larang Madrid Belanja

Hal itu jelas membuat sebagian publik berpikir bahwa Madrid harus segera bergerak mendatangkan penyerang baru di bursa transfer Januari nanti. Tetapi Schuster tidak menyarankan bekas klub asuhannya itu melakukan 'panic buying'.

"Saya tidak akan membeli siapapun di bursa transfer musim dingin, karena bila anda ingin memboyong seseorang yang bisa mengembangkan apa yang anda punya, saya pikir bila klub membiarkan pemain pergi seperti itu alasannya adalah dia tidak baik," ujar Schuster kepada Marca.

"Tiba di Januari tanpa memiliki ritme yang bagus akan terasa sangat sulit. Mereka tidak akan dengan mudahnya membiarkan seorang striker pergi jika dia punya 20 gol dengan timnya," lanjutnya.

Hilang Sosok Pemimpin

Dalam pandangan Schuster, rentetan hasil buruh yang diraih Madrid merupakan hasil perubahan gaya bermain oleh tim lawan. Tak hanya itu, hilangnya sosok pemimpin di dalam tubuh Los Merengues diyakininya juga menjadi masalah.

"Apa yang terjadi bukan karena Ronaldo menjamin anda gol, tetapi lawan secara tidak sadar juga mengubah cara bermain mereka," tambahnya.

"Terkadang, sosok pemimpin hilang. Madrid tidak punya itu di Moscow [saat kalah dari CSKA 0-1 di Liga Champions], dan itu sangat terlihat," tutupnya.

Rentetan hasil buruk itu juga mempengaruhi posisi Julen Lopetegui di kursi kepelatihan. Menurut beberapa laporan, eks pelatih timnas Spanyol itu akan dipecat jika gagal meraih kemenangan kala bertemu Barcelona nanti.



Untuk mendaftar di Superbet888, Bisa langsung mengisi form dibawah ini :

Read more

Xhaka Semakin Berkembang di Arsenal Karena Jasa Emery

Granit Xhaka saat mengeksekusi tendangan bebas di laga Arsenal kontra Newcastle

Berita Bola - Di musim ini, Granit Xhaka menjadi salah satu pemain yang penting dalam skuat Arsenal. Dan jika ada perkembangan yang bisa dirasakan olehnya, itu karena peran dari sang pelatih, Unai Emery.

Peran Xhaka memang tak bisa dipandang sebelah mata. Walaupun pada akhir musim lalu, saat The Gunners masih ditukangi pelatih legendaris Arsene Wenger, ia mendapatkan kritikan dari berbagai kalangan.

Di musim ini sendiri, ia memegang peranan penting dalam rentetan kemenangan Arsenal. Xhaka pun juga sudah mengoleksi satu gol dan satu assist dari 655 menit penampilannya di lapangan.

Berkembang karena Emery

Ternyata, ada sosok yang bertanggung jawab atas perkembangan Xhaka pada musim ini. Sang pemain pun menunjuk Unai Emery, pelatih baru Arsenal, sebagai orang yang dimaksud.

"Dari segi taktik, pelatih sangat membantu saya," ujar Xhaka kepada Daily Mail.

"Kami butuh waktu untuk mengenal karakter serta filosofi pelatih baru. Semuanya berjalan dengan baik dan saya sedang berkembang, tetapi kami masih bisa berkembang," tutupnya.

Tandem Xhaka

Dalam beberapa pertandingan, Xhaka memang selalu menjadi satu pemain yang pasti dimainkan oleh Emery. Sedangkan untuk teman duetnya sendiri, pelatih asal Spanyol tersebut terkadang bimbang memilih antara Lucas Torreira atau Mateo Guendouzi.

Guendouzi, gelandang yang masih berumur 19 tahun, menarik perhatian karena penampilannya dalam beberapa laga awal Arsenal. Belakangan ini, ia kerap dicadangkan guna memberi kesempatan Lucas Torreira bermain.

Namun siapapun tandem Xhaka, The Gunners tetap berhasil menyapu bersih sembilan laga terakhir di semua ajang dengan kemenangan. Walau begitu, kekalahan atas Manchester City dan Chelsea juga tidak boleh dilupakan begitu saja.



Untuk mendaftar di Superbet888, Bisa langsung mengisi form dibawah ini :

Read more

Ini Petuah Andriy Shevchenko Agar Alvaro Morata Kembali Tajam

Alvaro Morata

Berita Bola - Mantan pemain Chelsea, Andriy Shevchenko turut buka suara mengenai performa Alvaro Morata. Sheva menilai Morata bisa menemukan kembali naluri golnya jika ia meningkatkan salah satu aspek permainannya.

Morata yang didatangkan Chelsea musim llau harus mengalami situasi yang sulit. Sempat moncer di awal musim, namun ia gagal melanjutkan tren positifnya itu hingga akhir musim kompetisi kemarin.

Seretnya keran gol Morata berlanjut hingga musim ini. Hingga pertengahan Oktober ini, mantan striker Real Madrid itu hanya membuat 3 gol bagi Chelsea di semua ajang.

Andriy Shevchenko percaya bahwa ada satu aspek yang harus diasah lebih sering oleh Morata agar ia menemukan naluri golnya. "Masalah utamanya adalah Morata memiliki peluang untuk mencetak gol," buka Shevchenko kepada Goal International.

Asah Penyelesaian Akhir

Sheva menilai Morata sejatinya sudah mendapatkan supply umpan yang cukup bagus, tinggal bagaimana ia memaksimalkan peluang itu.

"Saya rasa apa yang perlu ia perbaiki saat ini adalah ia harus lebih tajam saat berada di kotak penalti lawan".

"Jika dia berhasil memanfaatkan setiap peluang dengan baik, dia akan mencetak banyak gol dan saya rasa dia bisa mencetak gol-gol itu dalam waktu yang cepat."

Performa Menjanjikan

Di kesempatan yang sama, Sheva juga memuji Maurizio Sarri yang ia nilai sukses membuat Chelsea menjadi penantang gelar serius musim ini.

"Chelsea adalah tim yang bagus dan mereka punya banyak pemain yang bagus. Saya rasa taktik yang dibangun Sarri saat ini sangat cocok dengan para pemain Chelsea."

"Mereka suka memainkan sepakbola yang kreatif dan tim ini sudah mengawali musim dengan baik. Mereka menunjukan kualitas yang bagus di atas lapangan dan mereka mendapatkan banyak hasil yang bagus." tandasnya.

Pemuncak Klasemen

Hingga pekan ke 8 kemarin, Chelsea memuncaki klasemen sementara Liga Inggris dengan 20 poin, unggul selisih gol dari Liverpool dan Manchester City.



Untuk mendaftar di Superbet888, Bisa langsung mengisi form dibawah ini :

Read more

Ketimbang Messi Atau Ronaldo, Gattuso Lebih Tertarik Bermain dengan Modric

Gennaro Gattuso

Berita Bola - Legenda AC Milan, Gennaro Gattuso, tidak pernah berkeinginan bermain dengan dua pemain yang disebut terbaik dalam beberapa tahun terakhir, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Dia punya tandem impiannya sendiri.

Ronaldo dan Messi seringkali menghiasi banyak media di seluruh dunia karena penampilan serta prestasinya. Bahkan kala Ronaldo masih Barcelona dulu, persaingannya dengan Messi selalu jadi bahan perbincangan.

Tak hanya klub, kedua pemain tersebut juga menguasai penghargaan individual terbaik, Ballon d'Or, dalam 10 tahun terakhir. Bahkan, keduanya saat ini sama-sama memiliki lima gelar dalam koleksi trofinya.

Main Bareng Modric

Bagi banyak pemain, bisa satu klub dengan Ronaldo ataupun Messi tentu saja merupakan hal yang menyenangkan. Tetapi tidak dengan Gattuso, ia lebih memilih bisa bermain dengan bintang Real Madrid, Luka Modric.

"Semuanya berkata Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi, tetapi saya ingin bermain dengan Luka Modric," ujar pria yang kini melatih AC Milan tersebut kepada UEFA.

"Saya pikir dia adalah pemain yang luar biasa, kuat secara mental, dan pemain sepak bola sejati. Dulu ada beberapa binatang seperti Edgar Davids, Dennis Wise, Paul Ince, di awal karir saya. Pemain penuh karakter," lanjutnya.

Ingin Lawan Pogba

Sedangkan pemain yang dihadapinya, Gattuso menyebut nama Paul Pogba (Manchester United) dan Blaise Matuidi (Juventus). Untuk nama terakhir, ia mengaku salut dengan caranya berjuang dan terus berlari di lapangan.

"Dari era sekarang, saya inign berhadapan dengan Paul Pogba," tambahnya.

"Pemain lain yang saya suka adalah Matuidi. Sepertinya dia tidak bisa berhenti berlari, dia berada di semua tempat. Dia mengambil kembali penguasaan bola dan melakukan jegalan dengan sangat baik," tutupnya.

Semasa masih bermain dulu, Gattuso berposisi sebagai gelandang tengah. Karakternya yang garang serta tak takut berduel membuat lini tengah Milan tampak kuat pada saat itu.



Untuk mendaftar di Superbet888, Bisa langsung mengisi form dibawah ini :

Read more

Soal Ibrahimovic, Direktur Milan Belum Punya Jawaban Pasti

Zlatan Ibrahimovic

Berita Bola - Rumor ketertarikan AC Milan dengan mantan pemain andalannya, Zlatan Ibrahimovic, sedang menguat belakangan ini. Sang direktur, Leonardo, pun belum punya jawaban tegas perihal kabar tersebut.

Saat ini, Zlatan Ibrahimovic berstatus sebagai pemain klub asal Amerika Serikat, LA Galaxy, terhitung mulai bulan Maret lalu. Durasi kontraknya sendiri terbilang masih cukup panjang, di mana akan berakhir pada tahun 2020 mendatang.

Walau begitu, isu mengenai rencana Milan memboyongnya pada bulan Januari mendatang masih tetap hangat dibicarakan. Menurut beberapa laporan, penyerang berumur 37 tahun itu akan dikontrak selama enam bulan saja.

Soal Ibrahimovic

Beberapa waktu sebelumnya, Leonardo mengatakan bahwa mustahil bagi timnya mendatangkan Zlatan Ibrahimovic. Tetapi saat ditemui dalam acara Liedhom Award, ia tidak memberikan pernyataan tegas untuk mengkonfirmasi rumor tersebut.

"Wajar jika ada koneksi yang personal dengannya. Saat kami tiba, kami sudah memikirkan itu. Walau kini berumur 37 tahun, dia bisa mengangkat sebuah tim," ujar Leonardo kepada wartawan, dilansir dari Football Italia.

"Sekarang bursa transfer telah ditutup, kami harus melakukan semuanya dengan tenang dan tidak lupa bahwa Financial Fair Play sebagai pertaruhannya. Kami ingin membangun tim yang kompetitif," lanjutnya.

Soal Paqueta

Selain Zlatan Ibrahimovic, Milan juga kerap dikabarkan akan memboyong pemain Flamengo, Lucas Paqueta. Untuk ini, Leonardo mengkonfirmasi dengan Flamengo demi mendapatkannya.

"Kami punya kesepakatan dasar dengan Flamengo, tetapi bursa transfer belum dibuka lagi hingga Januari. Jadi masih ada waktu sebelum resmi," tambahnya.

"Sekarang kami hanya bisa memikirkan liga dan jgua Liga Europa, bukan bursa transfer. Saat ini, dia adalah Flamengo. Dia masih punya beberapa laga liga Brasil untuk dimainkan. Kami harus menunggu hingga tanggal 3 Januari," tutupnya.

Sebagai informasi, Paqueta merupakan pemain Brasil berumur 21 tahun yang berposisi sebagai gelandang. Selain Milan, ia juga sering dikaitkan dengan klub raksasa Spanyol, Barcelona.



Untuk mendaftar di Superbet888, Bisa langsung mengisi form dibawah ini :

Read more